Kamis, 09 Oktober 2014

Dear God 1

From, Human question

Dear, penguasa, pemilik jagad raya ini

Tuhan, aku umatMu yang penuh dosa dan keluhan, bahkan aku pernah menangisi rasa takut Engkau akan menghukumku atas semua perbuatan burukku. Aku masih ingat malam itu. Hari ini, bolehkah aku kembali mencurahkan kembali isi hatiku padaMu? Semoga Engkau tidak keberatan dengan betapa egoisnya sikapku ini. Yah, aku menyadari akan keegoisan, tempramental, bawel, cengeng dan segala keburukan sikapku lainnya. Terima kasih Engkau membagikan berbagai macam rasa dihidupku ini. Entah itu kebaikan dan keburukan. Tapi, keburukan itu tetap tak sepadan dengan berjuta-juta kebahagian dan kebaikan yang Kau berikan. Engkau memberiku kehidupan, raga dan batin yang sehat dan lengkap, keluarga dan teman yang mungkin menyayangiku. Tuhan bolehkah aku menanyakan hal yang sama pertanyaan yang tak pernah terjawab? Mungkin Engkau menganggap pertanyaanku ini dosa karena aku meragukan atau entahlah, mungkin ini dosa yang harus kutanggung karena mempertanyakan hal yang seharusnya tidak boleh kupertanyakan. Aku tau, sesuai dengan ajaran yang diajarkan. Jika nantinya aku harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kuperbuat di dunia ini, benarkan? Lalu apa tujuan Engkau menciptakan kami, jagad raya ini? Bukankah semua nantinya akan kembali padaMu? Dan pada akhirnya kami juga harus dihukum karena melanggar aturan yang Engkau terapkan. Kenapa Engkau memberikan seseorang dengan ujian yang sangat berat, tapi disisi lain Engkau memberikan sekedar ujian pada mereka yang sama-sama taat padaMu? Apa karena perbuatan nenek moyang mereka, atau karena kemampuan mereka yang berbeda menghadapi ujianMu? Aku tau jika harus ada keseimbangan didunia ini agar damai dan aku juga mengerti jika tidak ingin mendapat siksa di akhirat kelak maka berbuatlah kebaikan. Tapi kenapa Engkau memberikannya pada orang itu? Apa yang menjadi alasan Engkau memberikan kebaikan pada orang itu dan memberikan kejahatan pada orang yang lain? Apakah karena mereka yang menerima kebaikan adalah orang-orang pilihan? Sedang seseorang yang dilahirkan didunia ini tak bisa memilih dilahirkan dilingkungan yang seperti apa, benarkan? Bagaimana cara mereka agar mereka dilahirkan dalam keluarga bahagia? Atau, apakah ada sesuatu khusus dalam diri manusia yang membentuk mereka nantinya? Astagfiruallah, maafkan aku yang bertanya terlalu jauh dan memikirkan hal konyol yang seharusnya tidak kupertanyakan. Tapi, aku percaya satu hal, Engkau ada disetiap langkah kami, dimanapun kami berada, disituasi dan kondisi apapun, karena Engkau Maha segalanya tak akan memberikan ujian diluar kemampuan kami umatMu.


Terima kasih atas kesempatan yang Engkau berikan untukku menyampaikannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar