From, Human question
Dear, penguasa, pemilik jagad raya ini
Tuhan, aku umatMu yang penuh dosa dan keluhan,
bahkan aku pernah menangisi rasa takut Engkau akan menghukumku atas semua
perbuatan burukku. Aku masih ingat malam itu. Hari ini, bolehkah aku kembali
mencurahkan kembali isi hatiku padaMu? Semoga Engkau tidak keberatan dengan
betapa egoisnya sikapku ini. Yah, aku menyadari akan keegoisan, tempramental,
bawel, cengeng dan segala keburukan sikapku lainnya. Terima kasih Engkau
membagikan berbagai macam rasa dihidupku ini. Entah itu kebaikan dan keburukan.
Tapi, keburukan itu tetap tak sepadan dengan berjuta-juta kebahagian dan
kebaikan yang Kau berikan. Engkau memberiku kehidupan, raga dan batin yang
sehat dan lengkap, keluarga dan teman yang mungkin menyayangiku. Tuhan bolehkah
aku menanyakan hal yang sama pertanyaan yang tak pernah terjawab? Mungkin
Engkau menganggap pertanyaanku ini dosa karena aku meragukan atau entahlah, mungkin
ini dosa yang harus kutanggung karena mempertanyakan hal yang seharusnya tidak
boleh kupertanyakan. Aku tau, sesuai dengan ajaran yang diajarkan. Jika
nantinya aku harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kuperbuat di dunia
ini, benarkan? Lalu apa tujuan Engkau menciptakan kami, jagad raya ini?
Bukankah semua nantinya akan kembali padaMu? Dan pada akhirnya kami juga harus
dihukum karena melanggar aturan yang Engkau terapkan. Kenapa Engkau memberikan
seseorang dengan ujian yang sangat berat, tapi disisi lain Engkau memberikan
sekedar ujian pada mereka yang sama-sama taat padaMu? Apa karena perbuatan
nenek moyang mereka, atau karena kemampuan mereka yang berbeda menghadapi
ujianMu? Aku tau jika harus ada keseimbangan didunia ini agar damai dan aku
juga mengerti jika tidak ingin mendapat siksa di akhirat kelak maka berbuatlah
kebaikan. Tapi kenapa Engkau memberikannya pada orang itu? Apa yang menjadi
alasan Engkau memberikan kebaikan pada orang itu dan memberikan kejahatan pada
orang yang lain? Apakah karena mereka yang menerima kebaikan adalah orang-orang
pilihan? Sedang seseorang yang dilahirkan didunia ini tak bisa memilih
dilahirkan dilingkungan yang seperti apa, benarkan? Bagaimana cara mereka agar
mereka dilahirkan dalam keluarga bahagia? Atau, apakah ada sesuatu khusus dalam
diri manusia yang membentuk mereka nantinya? Astagfiruallah, maafkan aku yang
bertanya terlalu jauh dan memikirkan hal konyol yang seharusnya tidak
kupertanyakan. Tapi, aku percaya satu hal, Engkau ada disetiap langkah kami,
dimanapun kami berada, disituasi dan kondisi apapun, karena Engkau Maha segalanya
tak akan memberikan ujian diluar kemampuan kami umatMu.
Terima kasih atas kesempatan yang Engkau berikan
untukku menyampaikannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar