Sabtu, 17 Oktober 2015

second life

sapaan hangat ditengah malam dengan tulisan rancu tanpa alur buah dari pikiran tengah malam.

So,, long.. long.. time ago... jari ini tak mendendangkan alunan merdu suara keyboard laptop yang beradu dengan jari-jari kecil menyuarakan keluh ku. Well I'm here right now..

What's new in my life??  kurasa ada sedikit perbedaan dimana kini aku sudah mencari nafkah untuk diriku sendiri. Yah, dan kini aku mencoba fokus pada karir ku.. ini pilihan yang tepat mengingat kenangan pahit yang kurasakan beberapa bulan lalu yang masih terasa seperti kemarin. aku mecoba peruntungan di tempat baruku kini sudah lewat empat bulan dan aku mulai bisa beradaptasi, hanya saja target masih selalu menghantui setiap minggunya. yahh semoga Tuhan memberi jalan yang terbaik untuk ini.

Well.. aku merasa ini kesempatan kedua untuk ku "second life" aku ditempat baru, dengan orang baru mencoba benar-benar memulai sesuatu yang baru. Bangkit dari kenangan buruk yang selalu kucoba untuk melupakan setiap detiknya namun aku tahu tak bisa (karena yang benar adalah mengubahnya menjadi kenangan dan pelajaran) mungkin mereka menertawakanku karena aku masih saja teringat kenangan itu. Tapi sudahlah biarlah mereka berkata apa itu karena mereka tak tahu.

aku mencoba sebisa mungkin menjadi biasa meganggap semua seolah-olah tak pernah terjadi, kadang aku berhasil melakukannya kadang aku juga gagal dan larut terbawa emosi. sebenarnya aku tak masalah semua orang tidak bisa mengerti aku kini, Hanya saja bisakah seseorang yang berkata tentang romance padaku mengerti posisiku. sebenarnya wajar atau tidakkah tindakanku kini?? jujur aku masih belum siap menerima seseorang baru yang mengumbar ucapan-ucapan sayang untuk.ku itu terdengar menggelikan ditelingaku. kadang aku berfikir dan menyuarakan hatiku pada Tuhan "konyolkah aku?"

kenapa aku menyebut ini seperti kehidupan kedua, karena aku merasa ini kesempatanku untuk berubah kembali menjadi aku yang sebelum bersamanya. Mereka bilang aku sudah lebih baik jauh lebih baik bahkan berat badanku mulai kembali lagi hampir 10 kg yang hilang perlahan-lahan mulai kembali. Kini ketika mereka menggodaku dengan yang lalu aku hanya tersenyum dan berkata " Anggap saja kemaren suatu kebodohan dan aku sendang gelap mata." walau dalam hati kadang maasih terasa sakit yang dibuat olehnya. well semoga karir bisa mengalihkan fokus dari hal-hal yang lalu menjadi hal yang positif

#latepost

Sabtu, 13 Juni 2015

LIFE 2

Oke gue lanjut cerita kisah suka duka gue jaga Warnet.. kalau kemaren kita udah bahas yang pacar-pacaran dan yang GapTek and then gue lanjut sama yang jahil suka nyolong. Hellllooooo maling ada dimana-mana guys so tetep jaga diri dimanapun lo berada.

Setiap buka usaha pasti ada resikonya apalagi usaha yang berhubungan dengan orang banyak kaya Warung Internet gini. Udah dua kali Warnet yang gue jaga kehilangan LCD dan alhamdulillah yang satu ketahuan dan menjalani proses hukum. Itu mungkin contoh kasus besar tapi lo coba pikir deh mulai aja dari hal kecil barang yang sering dibawa orang kabel data dan catridge. Dua barang itu yang sering banget masuk kantong jadi buat antisipasi lo juga harus pinter-pinter baca orang, kadang yang tampangnya alim banget aja masih demen bawa barang tanpa ijin. Jadi pastiin lo inget orang yang pinjem atau kalo otak lo dodol macam gue bikin catetan aja biar gampang. 

Kalo dua barang itu masih bisa diawasin lah pake catetan, yang gue jengkel itu maling sendal, sekarang maling sendal gak cuma di masjid aja gals tapi di Warnet lesehan gini juga banyak, apalagi mesti inget-inget orang masuk pake sendal apa? ngejengkelin kan. Kalo persoalan awas mengawasi kakak gue jagonya. hahahaha. Dia selalu titen kalo orang Jawa bilang sama orang. W.O.W dah..... Gue punya kisah so sweet sama yang dimaling sendalnya. Ceritanya ada cowok cewek janji ketemuan di Warnet tempat gue jaga, mereka beda kota si cewek rela jauh-jauh ke kota si cowok buat ketemuan doang. Singkat cerita mereka udah saling termehek-mehek tuh, eh pas pulang ternyata sendal tuh cewek ilang dan dengan penuh rasa tanggung jawab bak pahlawan kesiangan tuh cow bilang " Ya udah kamu tunggu sini bentar." cuma gitu doang gak banyak omong lagi beberapa menit kemudian si cowok balik udah bawa sendal baru yang lebih cantik. Nah lo terus d taruh di depan cewek yang nunggu duduk di depan warnet. Beneran deh bak Cinderalla di siang bolong. kebetulan itu jam 12 siang. hahahaha

Well,, namanya juga berhadapan dengan orang banyak jadi pasti ada aja kejadian yang bikin emosi naik turun. hahaha kalo bikin emosi naik itu yang bahaya.

Selasa, 14 April 2015

LIFE

this is about my life.
how about your life?

Matahari pagi ini bersinar cerah, sepertinnya hujan tak akan datang sampai esok hari. Have a great day buat kalian yang sedang beraktifitas diluar maupun di dalam ruangan. Hari ini aku hanya ingin berbagi karena yahh,,, merasa bosan dan sendirian itu tidak menyenangkan untukku. Apa yang bisa aku ceritakan hari ini?? Wait give me a sec......

Oke hari ini aku tak akan bercerita tentang si dia Mr. Meu Amor karena aku yakin kalian bosan mendengarnya. tapi ingin bercerita about life. Again. Haha
Kalian pernah bertanya-tanya mengapa Tuhan menciptakan kita?? jujur aku kadang mempertanyakan itu dan menurut temanku aku sudah gila terlalu banyak memiliki pertanyaan aneh. tapi jujur kadang aku terlalu penasaran tentang teka teki kehidupan dan skenario Tuhan.

Fine, kalau itu membingungkan tapi coba deh ketika kalian jenuh liat orang di sekeliling kalian. Mereka hidup *ya iyalah masak mati* maksudnya mereka ciptaan Tuhan yang luar biasa bukan. Mereka berjalan mengikuti pikiaran mereka masing-masing, bisa bayangkan berapa miliar juta orang yang berfikir, luar biasa. Well aku rasa ini buka pembicaraan yang bisa di pikirkan ketika jenuh dan butuh hiburan karena aku yakin kalian pasti akan menghela nafas. HAAHHHHH....
Oke kita ganti topik. Hari ini tau alasan kenapa gue bosan? karena gue sedang menunggu, bukan menunggu sekedar menunggu tapi lebih tepatnya nungguin orang yang lagi pacaran, lagi browsing, lagi ngerjain tugas, lagi ngegames, lagi sibuk update status di SosMed. Keren kan gue bisa nungguin segitu banyak orang dalam sekali waktu. Ya iyalah namanya juga jaga warnet. haha

Mereka para pelanggan kadang hiburan buat gue kalau lagi kebosanan kek gini, gimana gak menghibur coba kalau tingkah mereka kadang menggelikan alias lucu dan kadang menjengkelkan juga. mulai dari mereka yang kepergok pacaran tapi gak tau malu, mereka yang GapTek *Gagap Teknologi*, mereka yang bikin ulah mulai dari nyuri kabel data, cartridge, LCD, sampek yang nyolong sendalpun itu ada. Tuhan, gak bisa beli sendiri apa sendal? orang itu barang penting yang dipake sehari-hari yang pentingkan kan sendal lo nyaman dipake masalah jelek apa kagak cuek aja penting lhu gak nyolong. Pliss deh.. Ya namanya juga resiko kerjaan yaaaahh beginilah. tapi tingkah orang jaman sekarang diluar prediksi aja. Gak yang tua yang muda sama aja,, 

Gue heran sama mereka yang pacaran, kalian betah banget yak pacaran di billing tempat yang ukurannya cuma 1x1 m itu. Helloooo cewek-cewek yang doyan pacaran di Warung Internet jangan mau kalau di ajak cowok lo pacaran disitu kalian para cewek berhak SANGAT berHAK mendapatkan lebih dari itu, mending lo pacaran di warung makan enak kan sekalian makan dan pliss deh lo kalo mau di gre**-gre** sama cowok lo minta tempat yang rada bagusan kenapa girls, jangan di warnet yang sumpek dan dilihat banyak orang. Wkwkwk *Eits gak ngajarin jelek ya, kan kalian udah gede tahu mana yang baik buruk buat kalian sendiri. Punya agama dan keluarga yang mengajarkan cara bersikap kan ;)* Kadang heran juga sih kenapa kalo ada yang kepergok pacaran yang malu itu justru yang liat nah mereka "si pelaku" malah cuma lirik doang f*ck up deh buat lo yang bertingkah kek gitu. hahahaha

Dan buat kalian yang pernah merasa GapTek waktu ke warnet. beneran deh jangan malu buat tanya ke operator atau yang lagi jaga warnet. Gak ada yang salah dengan kalian belajar, bertanya nambah ilmu lebih baik dari pada diem dan kosong kan??

to be continue.......

Sabtu, 11 April 2015

Dear my weakness

Dear my weakness

Terlalu menyanyanginya sekarang adalah kelemahan yang menjadi momok dalam hidupku. Aku belum sepenuhnya mengerti maksud Tuhan bagaimana aku bisa jatuh dan masuk dalam kehidupannya, mungkin Tuhan menghukum aku yang dulu menyangkal dan menertawakan kata cinta. Ya, mungkin sekarang aku percaya cinta itu ada dan yang kini kupercayai adalah cinta selalu membawa pesakitan. Salahkah aku menyanyangi bahkan mungkin mencintainya. Aku hanya ingin mengikuti kata hatiku. Apakah itu dosa Tuhan? Jika bukan sebuah dosa, kenapa engkau menghukum aku sampai sejauh ini. Aku pernah mendengar orang berkata "Perlakukanlah orang lain sebagaimana Engkau ingin di perlakukan". Aku menganut prinsip itu. Tapi kini apa yang kudapat Tuhan? Engkau pasti lebih tahu dari aku karena Engkau Sang Maha Mengetahui.

Aku memperlakukannya sebagaimana aku memperlakukan orang yang aku sayangi. Aku menganggap semua baik-baik saja karena dia berkata dia juga menyanyangiku. Jadi apakah salah jika aku memperlakukannya dengan istimewa. Apakah aku terlalu berlebihan?? Aku tidak pernah menyangka jika di belakangku aku dianggap sebagai sampah dan pengganggu. Tuhan kenapa harus aku yang terjebak dalam situasi seperti ini? Apa salahku padanya sampai dia memperlakukanku sekejam ini?

Aku diam ketika semua orang berkata aku yang memintanya kembali padaku, aku diam ketika semua orang berkata aku yang meng-invite BBM nya. Padahal yang sebenarnya terjadi sebaliknya. Aku diam karena mencoba mempercayainya, percaya suatu hari nanti dis akan mengerti bahwa perasaanku benar-benar tulus. Aku diam karena perasaanku padanya masih membumbung tinggi untuk dilenyapkan. Tapi waktu yang berjalan sampai hari ini aku merasa diam semakin berat dan membuat aku sakit. Sore ini pertahanan untuk diam dan wajah penuh senyum itu pecah, hanya karena dia berkata aku seorang "pengganggu". Aku benci kata itu karena kisah di masa lalu. Aku mungkin bodoh dalam hal percintaan tapi aku bukan seorang "pengganggu". Aku bukan Penganggu. Aku diam seketika *speechless* ketika mereka berkata dia selalu marah ketika aku mengirim pesan untuknya, berkata yang tidak-tidak tentang aku. Aku bisa mengerti jika ia pergi bersama "perempuan-perempuan" lain, "minum" dan berbohong padaku. Aku masih bisa tersenyum menanggapinya. Tapi bagaimana aku bisa mengerti jika ternyata selama ini dia menganggap aku "pengganggu" dihidupnya dan di depan teman-temannya selalu marah ketika menerima BBM ku. Sedangkan yang aku tahu dia bercanda, membalas pesanku dengan penuh tawa, dia kadang berkata aku membalas pesannya terlalu lama. Lalu bagaimana bisa dia menganggap aku "penggangu" di depan mereka. Apa salahku padanya sampai dia memperlakukan aku seperti ini. Kini aku bukan hanya terlihat bodoh di depan mereka. Tapi aku bahkan terlihat freak. 

Katakan padaku Tuhan sebenarnya apa yang sedang terjadi?, dimanakah posisiku sebenarnya harus berada? Aku selalu yakin Engkau selalu melindungiku dimanapun aku berada. Engkau akan memberikan titik cerah dikehidupanku dikemudian hari.

Rabu, 01 April 2015

Surat Cinta Beno untuk Alexandra

Oke kali ini gue pingin berbagi surat cinta yang mungkin dalam seumur hidup gue adalah surat cinta ter-so sweet yang pernah gue baca. Ini surat cinta yang ditulis oleh Beno untuk Alexandra karakter dalam novel Twivortiare karya Ika Natassa... sumpah kalo lo pada meresapi setiap katanya dan larut di dalamnya lo bakal melting, fly or something like that.

Dear alexandra, Terima kasih ya td malam udah menyelimuti aku.

Bangun tidur dan merasakan badan aku hangat krn diselimuti kamu itu rasanya tenang dan lega, lex, bahwa kamu msh mau memperhatikan aku walaupun saat ini ngomong sama akupun kamu nggak mau lagi.
Terima kasih selama ini kamu jg memberikan perhatian, rasa tenang, dan hangat itu kpd aku setiap malam, alexandra.

Aku pergi ke RS utk berusaha membuat pasien ttp hidup, tp aku pulang setiap malam ke kamu krn cuma kamu yg bisa buat aku ttp ingin hidup.
Aku pulang setiap mlm dgn rasa kecanduan perhatian, rasa tenang, hangat, & semua perasaan yg bikin aku ttp hidup yg kamu berikan, alexandra.

Sepanjang hari aku hidup utk menolong org, sepanjang hari itu jg aku bertahan krn aku tahu setelah setiap hari yg berat itu …… aku punya kamu sebagai tujuan pulang.
Setiap aku merasa capek banget berdiri seharian demi membedah org, aku ingat bhw nanti waktu aku pulang ke rumah …… ada kamu yg memeluk aku, dan mengelus-elus punggung aku yg pegal banget ini, alexandra.
Tahu bhw ada kamu di rumah setiap mlm adalah satu2nya hal yg bs bikin aku bertahan dlm tekanan apapun yg aku hadapi tiap hari di RS.
My patients owe their lives not to me, but to you, because you’re the one who can make me function every single day.

Maafkan aku, krn aku lupa bhw keberadaan kamu sbg istri bkn cm utk memberikan prhatian, rasa tenang,rasa hangat,& sayang kpd aku,suami kamu.
Aku lupa bahwa keberadaan kamu bukan hanya utk memuaskan kebutuhan dan kecanduan aku pada kamu.
Maafkan aku, lex, krn di saat kamu ngerti bgt gmn membuat aku bahagia,suami kamu ini justru ga mengerti gmn caranya buat kamu merasa yg sama. Merasa disayangi, diperhatikan, dijadikan nomor satu, seperti yg kamu berikan kpd aku.

Jd spy aku bs jd suami yg lbh baik buat km, krn istri yg sempurna spt km berhak mendptkan aku yg sempurna jg, mohon bersabar & ajari aku ya.
Sejak aku pertama sayang sama kamu hampir 7 thn yg lalu, tiap hari aku belajar kamu, lex. Aku belajar apa yg bikin kamu senang, yg bikin kamu tertawa, apa yg bikin kamu sedih.
Aku merasa gagal banget waktu sadar bhw bertahun-tahun aku belajar kamu, trnyt aku msh juga menyakiti kamu. Di saat aku merasa udh hapal apa saja yg bikin kamu menangis jd aku menghindari semua hal2 itu, airmata kamu msh jatuh jg, lex.
Aku nggak pinter dgn kata2, aku jg nggak pinter menunjukkan perasaan aku, aku mungkin jg nggak pinter menjaga perasaan kamu …… tapi aku ingin kamu tahu kalau aku cinta mati sama kamu, lex.
Aku nggak mau perempuan lain sampai kapanpun.

Jd ajari aku ya, lex. Mohon sabar dan ajari beno-nya kamu ini biar bisa membuat kamu merasakan cinta matinya aku sama kamu setiap hari. Maaf aku harus minta maaf pakai tulisan tangan yg jelek ini. Aku takut salah bicara dan makin menyakiti kamu klo aku ngomong langsung, yang.
Udahan ya marahnya, yang, aku udh nggak kuat lagi tidur lebih dari 2 malam ini tanpa merasakan hangat dan tenangnya memeluk kamu.
Sayang kamu banget, alexandra, lebih dari apapun. - Beno

OMG,, Holly shit, bikin merinding sumpah. masih tersisakah laki-laki macam Beno di dunia ini "Beno yang bikin melting" kalopun masih kirim untukku Tuhan. Hahaha 



Senin, 16 Februari 2015

ABSURD DREAM - GREENLAND

ABSURD DREAM
Orang bilang bermimpilah setinggi langit, dan inilah gue dengan mimpi gue yang mungkin tingginya melebihi langit sangking tingginya.HAHA . Waktu kecil gue punya mimpi bodoh dimana gue ingin menjelajahi dunia ini dengan setiap langkah kaki. Gak mungkin banget kan? Secara bisa lepas nih kaki buat jalan, boro-boro keluar Negri ke Desa sebelah aja gue gempor.

Nah, kali ini gue pingin berbagi tentang mimpi absurd gue. Siap-siap beberapa bulan kedepan mungkin isi ini blog penuh dengan hal-hal aneh, gak jelas tentang mimpi yang hanya ada dalam imajinasi gue. HIKS.. *dari pada gue post cerita ngenes galau gue*

First, TAKLUKKAN PUNCAK GUNUNG GEDE, SEMERU DAN MENIKMATI INDAHNYA GUNUNG-GUNUNG DI INDONESIA. Mimpi gila kan? Secara gue bukan anak pencinta alam dan gue gak punya temen deket anak gunung. Mimpi ini muncul tiba-tiba setelah baca novelnya Esti Kinasih, gue ngerasa kalau bisa sampek di puncak gunung itu “WOW” lo bisa naklukin diri lo sendiri, lo bisa menikmati surga dunia dan merasa lebih dekat dengan Tuhan. Tapi mentok gue Cuma pernah ke Gunung Bromo, rencana ke Ranukumbolo tapi gak berangkat-berangkat ada aja halangannya. Mimpi oh mimpi… ntar deh gue post info gunung-gunung di Indonesia dan seven summit ;)

Secondly, siapa sih yang gak pingin jalan-jalan ke luar negri, nikmati suasana beda disana, orang-orangnya, lingkungannya. Apalagi kalo luar negrinya di GREENLAND. Yups, ini mimpi gue selanjutnya BISA BERKUNJUNG KE GREENLAND. Lo pada tau apa yang bikin gue pingin kesana, gue pingin tau gimana rasanya tinggal di daerah penuh gundukkan salju dengan suhu di akhir tahun bisa sampai -100 dan yang paling penting dan wajib gak boleh dilewatkan disana adalah AURORA. Hm.. oke sekarang kayaknya gue pingin cerita tentang Greenland deh..

GREENLAND. Kalo di bahasa Indonesia-in artinya Tanah Hijau. Menurut informasi yang gue dapet dari Si Embah gue “Google”. Ibu kotanya bernama NUUK dengan jumlah penduduk -/+ 58.000 orang dan kebanyakan menganut agama Kristen Protestan. Mata uang negara ini adalah Krone *tapi gue belom tau kalo dirupiahin berapa yak* dan Kode Telepon +299 *siapa tau ntar gue beneran kesana dan ada yang mau telfon*. Greenland ini bagian dari Kerajaan Denmark yang dipimpin oleh seorang Ratu Margrethe II. Menurut informasi yang gue baca Greenland ini pulau terbesar di dunia lho dan yang bikin gue terheran-heran negara ini 80% nya dipenuhi salju jadi Cuma 20% nya aja yang dihuni manusia. Aneh gak sih, namanya aja Tanah ijo mestinya seger penuh pepohonan nah ini... malah kebalikan sama Iceland yang negaranya subur. Jadinya kan Nama Negara yang Tertukar. HAHA. Keheranan gue yang kedua, gue kira ini negara ikutan benua Eropa tapi nyatanya negara ini secara geografis masuk di wilayah Amerika Utara lhu.. nih dia peta wilayah Greenland

Letak Geografis Greenland

Jadi semakin penasaran kan gimana rasanya tinggal disana apalagi denger-denger matahari disana terbit gak setiap waktu, bisa aja matahari terbit di awal tahun dan selanjutnya selama satu setengah bulan merupakan malam yang panjang. Nah lo.. bakalan kangen mentok kan sama si Matahari. Semoga kalaupun dapet kesempatan kesana gue gak mati beku disana.

Daerah Tinggal di Greenland

Info by google.com


11 02 2015

Semoga ini jadi post galau terakhir gue. Hihihi *amin*.  Sudah satu bulan lebih empat hari, kadang nih mata masih suka bengep sih kalo tiba-tiba ada benda, kejadian yang ngingetin gue ke dia tapi paling gak gue udah banyak senyum, berat badan gue udah nambah lagi dan yang paling penting walaupun kangen mentok sama dia aku masih bisa ngendaliin diri dan mencoba gak ambil pusing dengan semuanya.

Baru kemaren gue sanggup ngilangin semua foto-foto tentang kita di handphone gue, gila gak sih. Gue sanggup karena gue mulai sadar kalo rasanya emang udah gak ada lagi keajaiban Tuhan antara gue dan dia. Bahkan ketika perasaan gue gak enak kepikiran dia terus gue mutusin buat sms dia dan endingnya gak ada balasan dari dia. Bodoh. Sumpah gila gue kangen banget sama dia pingin ketemu sama dia, tapi Tuhan belom kasih izin aja, gue mengerti sangat amat mengerti Tuhan akan kembali mempertemukan gue dan dia ketika emang hati, jiwa dan raga gue siap karena jujur gue masih ragu dan rada takut ketemu dia. HAHA.

Kalimat motivasi yang wajib gue inget ketika gue mulai menangisi dia, yaitu:

“Gue emang cinta mati sama dia, tapi sekarang gue gak mau lagi harga diri gue berada di titik terendah di depan dia, gue gak mau dia mikir gue cewek gampangan, murahan.”

“Dia udah jalan sama yang lain, dan nyatanya dia gak pernah sekalipun nganggap gue ada. I’m nothing. Sebaik apapun gue bersikap didepannya semua tetap tak pernah ada nilainya.”

“Gue gak bisa maksain dia yang gak cinta dan sayang sama gue buat nerima cinta gue.”

“Dia itu brengsek, kalo gue maksain tetep sama dia emangnya mau sakit hati terus sampek mati.”

“Allah SWT menyiapkan kebahagiaan yang luar biasa, sebentar lagi jodoh gue dikirim kok sama Tuhan cuma harus lebih sabar lagi.”


Dan yang paling penting mungkin dia bukan seseorang yang disiapkan Tuhan buat gue jadi ya sudahlah,,, mikirin yang ada di masa depan aja. Lo buruan pergi dari hati dan otak gue yak!!!

Jumat, 30 Januari 2015

SENYUM

Senyum,,, senyum itu mudah kok hanya menata hatinya saja yang susah. Sudah tiga minggu lepas darinya tapi rasanya masih seperti kemaren. Masih merindukannya? jawabnya iya masih. Tapi, ya sudahlah semua butuh proses. Aku memang harus melewati fase ini dan berharap semua akan sembuh seiring dengan berjalannya waktu. Satu hal yang harus selalu aku ingat “Bahagianya mungkin bukan aku”. Dia merindukan sosok lain yang tak pernah ada pada diriku. Seperti hatiku yang memilih untuk menyanyanginya atau tak bisa memaksakan hati untuk berhenti menyanyanginya. Seperti itu pula mungkin yang dia rasakan pada sosok lain itu. Wow, aku merindukan dia yang sedang merindukan orang lain. Luar biasa rumit kan hidup ini.


Tak bisa memaksakan atau merubah keadaan. Sekarang sudah berjalan masing-masing. Aku harus sadar diri. Aku bukan apa-apa untuknya, seharusnya aku bisa melakukan hal yang sama. Menyesali semua yang sudah terjadipun percuma. Aku sudah terlanjur masuk dalam perangkap menjadi tawananannya dan sekarang ketika dia melepaskan aku yang bisa kulakukan hanya mencari jalan pulang dengan sisa tenaga yang kupunya, walaupun sesekali aku masih menoleh kebelakang dan bahkan berputar kembali kedalam perangkap itu. Aku hanya sedang menyusuri jalan mencari arah pulang. Aku tak punya kompas, petunjuk arah apapun, yang kupunya hanya bisikan pelan dari Malaikat Tuhan yang dikirim untukku. Membantuku agar segera sampai di pintu kebahagiaan.

GRIEF

Tuhan,,,
Air mata itu kembali mengalir, sakit dan perih karena dia sudah memiliki yang baru IYA. Tapi ada yang lebih menjadi beban dalam pikiranku saat ini. Aku mengkhawatirkan diriku sendiri. Sampai detik ini aku berfikir. Kapan terakhir kalinya aku tertawa lepas? Kapan terakhir kalinya aku memikirkan waktu untuk diriku sendiri?  Aku bahkan sudah lupa karena hidupku terlalui penuh tentangnya.

Aku ingin merubah itu, tapi ketakutan itu hadir. Ketakutan bahwa aku tak bisa jatuh cinta lagi, mengalihkan rasa ini pada orang lain. aku takut tak bisa bahagia di akhir cerita, aku takut dia lebih bahagia dari aku, aku takut waktu tidak bisa menyembuhkan luka dan mengubah ingatan tentangnya menjadi kenangan, aku takut jika hanya keterpurukan yang hadir padaku.

Aku mencoba menepis segala ketakutan itu sendirian karena aku tak tau harus mendiskusikannya dengan siapa. Aku bosan ketika aku mencoba bercerita yang kudapat hanya perintah untuk melupakannya bahkan terkadang kemarahan dan olokkan kebodohanku. Aku tak butuh itu semua. Andai aku bisa aku juga ingin menghilangkan semua ingatan dan rasa ini. Tak perlu diberitahupun aku tahu ini salah, memiliki rasa padanya itu salah karena dia orang brengsek. Aku sangat tahu itu tanpa kalian mengatakan aku bodoh dan rendah. Aku sendiri juga marah pada hatiku. Hati dan otak tak bergerak seirama. Aku tahu ini semua salah dari awal karena aku lebih mengikuti hatiku.

Dan kini aku jujur, sebenarnya aku dipenuhi rasa bingungdan ketakutan ini. Aku bingung harus bagaimana lagi, mencari kesibukan iya. Aku sadar aku sudah harus bekerja tapi lagi-lagi keberuntungan belum sepenuhnya memihakku. Aku takut sangat takut. Tapi aku mencoba meyakinkan diri. Tuhan Maha Adil. Dia punya rencana indah untukku, itu adalah satu-satunya harapan yang kupunya saat ini. Bantuan dari Tuhan karena jujur aku tak tahu harus berbuat apa lagi.

Aku ingin kembali merasakan kebahagiaan itu. Ya Allah, Tuhanku.. terlepas dari semua sakit yang dirasakan oleh hati. Segera bekerja. Mandiri dan membahagiakan orang tua. Tunjukkan jalanMu Ya Allah menuju rizki, dan kebahagian itu. Aku akan selalu berusaha menjadi hambaMu yang patuh dan menjaga nilai-nilai yang Engkau ajarkan. Semoga Engkau selalu melindungi dan memberiku kekuatan. Terima kasih atas semua nikmat yang telah Engkau berikan.

HE LIKES A DRUGS

Tuhan itu maha Adil, Tuhan itu tak pernah tidur, Tuhan tau yang terbaik untuk umatnya, Tuhan punya rencana yang luar biasa. Apapun itu aku mencoba menaruh harapan dan mempercayai kekuatan Tuhanku, Allah SWT. Apapun perih dan sakit yang kurasakan saat ini, aku adalah umat Tuhan yang beruntung. Aku harus belajar bersyukur, menerima apapun yang disiapkan Tuhan untukku.

Teringat sepenggal kata yang pernah kubaca “Tidak ada yang sia-sia, apapun yang diberikan Tuhan pada kita.”.. seperti Tuhan yang menghadirkan sosoknya dikehidupanku. Mungkin sekarang aku sedang dalam masa uji coba memerangi kebodohan dan kelemahan yang terlalu melekat dalam diri. Ya, aku selalu merasa bodoh dalam urusan satu ini. Selalu Jatuh Cinta pada orang yang salah dan berakhir menyakitkan. Tapi mungkin ini luka yang paling menyiksa karena sampai saat ini kebodohanku akan dirinya belum juga lenyap. Dia bagaikan narkoba dalam kehidupanku, berefek negatif, tidak baik, selalu menginginkannya dan tidak bisa lepas darinya. Dia sebuah narkoba yang kebanyakan orang mengartikannya negatif tak ada kebaikan, manfaat untuk kedepan yang bisa kuperoleh darinya. Hanya merugikan. Begitulah adanya, yang kuperoleh hanya ketenangan sesaat saat dia ada, berat badanku turun dan susah fokus. Ya begitulah, perumpamaan yang konyol memang.

Sekarang aku dalam masa rehabilitasi karena kepergiannya, tapi belum kutemukan penyembuh yang ampuh selain waktu. Ya, aku sudah mencoba berbagai cara tapi rasanya pergi menjauhpun percuma karena ingatan tentangnya masih ada. Kini aku hanya bergantung pada kekuatan yang diberikan Tuhan padaku. Hati ini milikNya, semua akan kembali padaNya suatu saat nanti, kini aku berserah padaNya karena berkali-kali aku mencoba menyangkal, menahan dengan tetap tertawa, tersenyum dan melupakan semua seolah tidak terjadi apa-apa, mencoba menghapus semua ingatan tentangnya. Rasa sesak, perih dan sakit dalam dada tetap terasa bahkan terkadang semakin menahannya tekanan yang menghimpit semakin kuat dan membuatku sulit bernafas. Entah sampai kapan air mata ini terus mengalir untuknya? Kadang aku memperoleh ketenangan itu dan tersenyum lepas tapi kadang sebaliknya hanya sesak yang kudapat. Sehatkah ini?


Kadang aku berfikir, apa yang kudapat ketika terus terjebak dalam situasi dan kondisi seperti ini? Aku ingin segera enyah dan berlari pergi. Toh dia juga sudah bersama yang lain, aku menyakinkan diri bahwa dia bukan orang yang disiapkan Tuhan untukku, dia yang ingin pergi, dia tak pernah mencintaiku, aku tak berarti apa-apa untuknya, dia penghalang, penghambat, dia setan dalam hidupku. Tapi kenapa itu semua tak cukup membantu sampai My Supermom lelah dan mengabaikanku jika aku terus memikirkannya. Sekarang yang bisa kulakukan bantuan dariMu Ya Tuhan.. agar aku kembali “waras

EDISIKOPLAK

Hai,,, beberapa bulan ini blog isinya curahan hati galauu mulu dan sampai sekarangpun sepertinya masih bertema galau. Hm,, tentang dia yang baru kukenal dan ternyata hanya singgah selama kurun waktu tiga bulan saja, *tidak selama yang kukira*.

Sebenarnya cinta sejati itu ada gak sih? Untuk aku tentunya. Apa Tuhan lupa dan ngelewatin satu orang buat aku *hush*. Capek sakit hati melulu. Ini hati juga gitu, ngapain sih kamu jatuh cinta sama orang yang salah pula. Pingin rasanya matiin rasa ini buat dia, tapi belom tau gimana carannya. Kalo boleh milih, mending jatuh cinta sekali aja itu pun sama jodoh yang udah disiapkan buat aku. Betapa beruntungnya tuh orang-orang yang udah barengan jodohnya ketemu dari kecil. Sakitnya, senengnya, marahnya, sedihnya udah jelas sama orang yang pasti. Nah aku ngenesnya sama orang gak jelas melulu. Kali ini yang paling parah, sumpah bisa dibilang aku cinta buta, cinta mati sama dia. Tapi ujung-ujungnya aku ditinggalin juga karena masalah prinsip Tuhan yang gak bisa aku langgar. Sakit iya, perih iya, ngempet iya, tapi tetep gak ada artinya apa-apa buat dia. Kadang aku mikir kurang apa coba aku, setia, sayang, cinta, perhatian semua aku kasih bahkan kadang aku terlihat ngemis perhatian sama dia, bodoh gak sih. Iya emang, banyak yang bilang gitu. Tapi aku bisa apa udah terlanjur buta. *Ngahaha*. Mesti di stop sekarang!! Karena dia udah ada yang baru *fuckingperson*

Dear hati, besok jangan jatuh cinta sama orang yang salah lagi ya.. cukup sakitnya udahan sampek sini aja. Sembuhnya lama, efeknya kemana-mana, bikin gila. Jatah jatuh cintanya satu kali aja mestinya. Sama seseorang yang udah disiapin Tuhan. Jodohku disana, cepet dateng ya,,, bantu sembuhin ini luka, perih sama nyeseknya udah kagak nahan nih, cepet dateng biar kita ngabisin waktu bareng-barengnya juga lebih lama. *edisikoplak*


THE END

Kini ceritanya sudah berada pada halaman akhir, The end. Over. Selesei semua tentangnya… ya benar dia memang meninggalkan luka yang sangat dalam, tak ada yang perlu disalahkan hanyalah aku mungkin karena mengijinkannya singgah dalam kehidupanku dan menjadikan rasa ini memupuk terlalu dalam hingga menghancurkan tembok yang dulu kubangun kokoh. Bahkan aku kalah olehnya yang membawa cinta dan sayang tak seberapa besarnya.

Kebersamaan itu bahkan mungkin tak berarti dimatanya,

Dia, sudah dua minggu 15 hari tepatnya dia meninggalkanku, meninggalkan ingata yang sedang ku coba kurubah menjadi sebuah kenangan. Atas bantuan Tuhan aku bisa sampai sejauh ini bertahan dan mencoba kembali fokus menata masa depan yang sempat tertunda. “Aku tidak boleh menyia-nyiakan kekuatan yang telah dipinjamkan Tuhan padaku” itu kata-kata yang selalu kutanamkan dalam otakku, satu lagi “Dia tidak sebaik yang kamu pikirkan memeta”. Semua itu mulai kucoba kutanam di otakku. Ya otakku karena hatiku kini sudah mati, hatiku terlalu kejam, terlalu lemah dan bodoh dalam menilai. Saat ini hatiku harus dimatikan, aku tidak boleh bekerja dengan hatisemua harus bekerja, berjalan dengan otak dan fisikku. Jangan dengarkan kata hati meskipun hati menjerit kesakitan, merintih, memohon perhatian untuk dikasihani. Jangan menoleh padanya, karena sekali aku menoleh padanya pertahanan, air mata akan luluh olehnya.

BEDSHAPED

07 Januari 2015

Akhirnya perjuangan saya untuk mempertahannya berakhir sejak pertama kali saya berkomunikasi dengannya 03 Oktober 2014. Tiga bulan, hanya butuh tiga bulan waktu untuknya membuatku tergila-gila padanya, mencintainya, mengkhawatirkannya, menyanyanginya melebihi diriku sendiri bahkan. Terlalu murahankah? Terlalu bodohkan? Bahkan sampai saat ini aku tak menemukan alasan mengapa selama ini aku berusaha mati-matian mempertahankannya. Menahan perihnya luka yang dia buat, bertahan dan mengalah agar semua kembali baik-baik saja. Tapi, seolah semua itu tak ada arti dimatanya.

Bayangku mengulang ketika pertama kali aku melihatnya, entah mengapa wajahnya membuat aku tersipu, tampan tidak, agamis tidak. Tapi bagiku dirinya lebih dari cukup. Seperti itukah caranya merayu seorang wanita. Tarik ulur, yang awalnya membuat aku bingung dan penasaran padanya. Aku mencoba membangun tembokku tinggi-tinggi waktu itu karena aku tak mau mengulang luka yang sama untuk kedua kalinya. Namun, pada akhirnya tembok itu runtuh juga dengan segala perhatian dan cumbuannya.

Aku mulai benar-benar mencintai dan membutuhkannya. Aku melupakan bagaimana masa lalunya; aku melupakan segala keburukan dan kekurangannya. Dia mulai bagai narkoba dalam kehidupan yang kubutuhkan di setiap detiknya, aku gusar ketika tak mendapat kabarnya; aku menangis terisak ketika dia marah bahkan aku meminta maaf atas kesalahan yang tak kuperbuat hanya untuk membuatnya tetap ada disisiku; aku diam ketika dia bersama teman-teman wanitanya; aku tersenyum ketika tahu dia membohongiku; aku mencoba bersabar ketika dia masih terus-terusan "minum" didepanku; aku mengkhawatirkanya ketika dia sakit, sedih dan marah; aku bahkan menyakiti, menyalahkan diriku sendiri ketika aku menyesal membuat dia marah padaku; aku menyangkal semua berita, cerita buruk tentangnya; aku selalu ingin memasakkan sesuatu ketika dia lapar, membuatkannya kopi ketika dia mengantuk dan pusing karena terlalu banyak "minum"; aku ingin bisa memijat badannya ketika dia lelah; aku tersenyum, memeluk dan menciumnya seburuk apapun perasaan yang kumiliki; aku menahan amarah, harga diri ketika memohon padanya untuk tetap bersama dan mengatakan aku mencintainya meski yang kudapat hanya balasan tawa; aku selalu percaya dia akan berubah menjadi orang yang lebih baik lagi.

Aku rela melakukan apapun untuknya, tapi semua itu sepertinya tak pernah ternilai dimatanya. Mungkin aku dimatanya hanya seorang gadis yang bawel dan merepotkan. Aku rela melakukan apapun untuknya tapi tidak untuk satu hal yang ingin kujaga sampai aku menikah nanti. Aku akan tetap mempertahankannya sampai waktunya tiba, selain karena takut adzab Tuhan ini kujaga untuk diriku sendiri yang masih ingin terlihat memiliki nilai, harga diri dan bukan perempuan murahan. Tapi dia tak mau mengerti keputusanku ini, apakah aku terlalu sok suci, apakah aku mengambil keputusan yang salah? Aku sudah mencoba menyakinkannya tapi yang kudapat hanya hinaan. Mungkin dia benar aku hanya omong doang, aku orang munafik, apapun yang dia katakan tentangku aku bisa menerimannya karena memang diawal aku salah memberinya harapan hanya untuk menahannya untuk tidak pergi. Dan aku memohon kepada Allah SWT kalaupun tidak sekarang suatu saat di kehidupannya nanti dia akan menyesalinya, mengerti dan merasakan rasa sakit yang kupendam selama bersamanya dua kali lebih hebat. Seharusnya dia berusaha menjadi seseorang yang bisa dibanggakan ibunya agar ibunya tenang dialam  sana. Tapi, ya sudahlah berbicara saja memang gampang, aku sendiri juga bukan anak yang bisa dibanggakan, paling tidak aku menyadari dan tidak memperburuk keadaan *congkak*

Aku selalu berdoa pada Tuhan agar menjauhkan aku dari orang-orang yang ingin menyakitiku, jika dia jodohku aku memohon agar Tuhan memberikan hidayahNya agar dia berubah menjadi orang yang lebih baik dan sosok imam yang tepat untukku di masa depanku. Tapi, jika bukan jodohku aku memohon hilangkan rasa ini sebelum dia pergi meninggalkan aku, karena aku tak yakin bisa menahannya ketika dia benar-benar pergi dan terima kasih aku bersyukur pada Allah SWT rasanya tidak semenyesakkan yang kukira, biarlah seperti ini, jangan biarkan aku terluka lebih dalam. Aku juga berhak mendapatkan kebahagiaan dariMu kan? Aku memang menangisinya, mengingat setiap kenangan bersamanya tapi lebih dari itu jangan biarkan aku terlalu larut dalam kesedihan ini Ya Allah..

Sebenarnya dia orang yang baik aku tau itu, hanya saja dia perlu belajar mengontrol emosi dan hawa nafsunya. Aku menyanyanginya lebih dari diriku sendiri, tapi jika dia ingin pergi aku akan berusaha tersenyum dan mengubah rasa ini sebagai teman. Aku menyanyangi bahkan mencintainya, tapi apa yang bisa kulakukan jika aku bukan orang yang diharapkannya. Aku ingin berteriak, mengancam dan memaksanya tetap bersamaku, tapi aku tau itu hanya sia-sia yang kudapat hanya ilusi dan kebohongan yang lebih lagi. Aku masih ingin memandanginya, memeluk, mencium, mengusap pipi dan rambutnya tapi Tuhan hanya memberiku waktu sesingkat ini untuk melewatinya. Apa yang bisa kulakukan saat ini? Selain mencoba mengikhlaskan dia pergi bersama yang lain dan aku harus fokus mengejar karir dan mimpi yang sempat terlupakan sejenak karena kehadirannya. Kuatkan aku Ya Allah ketika nantinya aku tau dia sudah jalan bersama yang lain, jika Engkau tidak rela memberikan kekuatanmu, pinjamkan aku kekuatan mati rasa, tegar melihatnya bersama yang lain, pinjami aku kekuatan mati rasa tentangnya sampai aku menemukan sosok penggantinya dan hati ini tergerak kembali karena seseorang....

Terima kasih