Senyum,,, senyum
itu mudah kok hanya menata hatinya saja yang susah. Sudah tiga minggu lepas
darinya tapi rasanya masih seperti kemaren. Masih merindukannya? jawabnya iya
masih. Tapi, ya sudahlah semua butuh proses. Aku memang harus melewati fase ini
dan berharap semua akan sembuh seiring dengan berjalannya waktu. Satu hal yang
harus selalu aku ingat “Bahagianya mungkin bukan aku”. Dia merindukan sosok
lain yang tak pernah ada pada diriku. Seperti hatiku yang memilih untuk
menyanyanginya atau tak bisa memaksakan hati untuk berhenti menyanyanginya.
Seperti itu pula mungkin yang dia rasakan pada sosok lain itu. Wow, aku
merindukan dia yang sedang merindukan orang lain. Luar biasa rumit kan hidup
ini.
Tak bisa
memaksakan atau merubah keadaan. Sekarang sudah berjalan masing-masing. Aku
harus sadar diri. Aku bukan apa-apa untuknya, seharusnya aku bisa melakukan hal
yang sama. Menyesali semua yang sudah terjadipun percuma. Aku sudah terlanjur
masuk dalam perangkap menjadi tawananannya dan sekarang ketika dia melepaskan
aku yang bisa kulakukan hanya mencari jalan pulang dengan sisa tenaga yang
kupunya, walaupun sesekali aku masih menoleh kebelakang dan bahkan berputar
kembali kedalam perangkap itu. Aku hanya sedang menyusuri jalan mencari arah
pulang. Aku tak punya kompas, petunjuk arah apapun, yang kupunya hanya bisikan
pelan dari Malaikat Tuhan yang dikirim untukku. Membantuku agar segera sampai
di pintu kebahagiaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar