Jumat, 30 Januari 2015

GRIEF

Tuhan,,,
Air mata itu kembali mengalir, sakit dan perih karena dia sudah memiliki yang baru IYA. Tapi ada yang lebih menjadi beban dalam pikiranku saat ini. Aku mengkhawatirkan diriku sendiri. Sampai detik ini aku berfikir. Kapan terakhir kalinya aku tertawa lepas? Kapan terakhir kalinya aku memikirkan waktu untuk diriku sendiri?  Aku bahkan sudah lupa karena hidupku terlalui penuh tentangnya.

Aku ingin merubah itu, tapi ketakutan itu hadir. Ketakutan bahwa aku tak bisa jatuh cinta lagi, mengalihkan rasa ini pada orang lain. aku takut tak bisa bahagia di akhir cerita, aku takut dia lebih bahagia dari aku, aku takut waktu tidak bisa menyembuhkan luka dan mengubah ingatan tentangnya menjadi kenangan, aku takut jika hanya keterpurukan yang hadir padaku.

Aku mencoba menepis segala ketakutan itu sendirian karena aku tak tau harus mendiskusikannya dengan siapa. Aku bosan ketika aku mencoba bercerita yang kudapat hanya perintah untuk melupakannya bahkan terkadang kemarahan dan olokkan kebodohanku. Aku tak butuh itu semua. Andai aku bisa aku juga ingin menghilangkan semua ingatan dan rasa ini. Tak perlu diberitahupun aku tahu ini salah, memiliki rasa padanya itu salah karena dia orang brengsek. Aku sangat tahu itu tanpa kalian mengatakan aku bodoh dan rendah. Aku sendiri juga marah pada hatiku. Hati dan otak tak bergerak seirama. Aku tahu ini semua salah dari awal karena aku lebih mengikuti hatiku.

Dan kini aku jujur, sebenarnya aku dipenuhi rasa bingungdan ketakutan ini. Aku bingung harus bagaimana lagi, mencari kesibukan iya. Aku sadar aku sudah harus bekerja tapi lagi-lagi keberuntungan belum sepenuhnya memihakku. Aku takut sangat takut. Tapi aku mencoba meyakinkan diri. Tuhan Maha Adil. Dia punya rencana indah untukku, itu adalah satu-satunya harapan yang kupunya saat ini. Bantuan dari Tuhan karena jujur aku tak tahu harus berbuat apa lagi.

Aku ingin kembali merasakan kebahagiaan itu. Ya Allah, Tuhanku.. terlepas dari semua sakit yang dirasakan oleh hati. Segera bekerja. Mandiri dan membahagiakan orang tua. Tunjukkan jalanMu Ya Allah menuju rizki, dan kebahagian itu. Aku akan selalu berusaha menjadi hambaMu yang patuh dan menjaga nilai-nilai yang Engkau ajarkan. Semoga Engkau selalu melindungi dan memberiku kekuatan. Terima kasih atas semua nikmat yang telah Engkau berikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar