Tuhan itu maha
Adil, Tuhan itu tak pernah tidur, Tuhan tau yang terbaik untuk umatnya, Tuhan
punya rencana yang luar biasa. Apapun itu aku mencoba menaruh harapan dan
mempercayai kekuatan Tuhanku, Allah SWT. Apapun perih dan sakit yang kurasakan
saat ini, aku adalah umat Tuhan yang beruntung. Aku harus belajar bersyukur,
menerima apapun yang disiapkan Tuhan untukku.
Teringat
sepenggal kata yang pernah kubaca “Tidak ada yang sia-sia, apapun yang
diberikan Tuhan pada kita.”.. seperti Tuhan yang menghadirkan sosoknya
dikehidupanku. Mungkin sekarang aku sedang dalam masa uji coba memerangi
kebodohan dan kelemahan yang terlalu melekat dalam diri. Ya, aku selalu merasa
bodoh dalam urusan satu ini. Selalu Jatuh Cinta pada orang yang salah dan
berakhir menyakitkan. Tapi mungkin ini luka yang paling menyiksa karena sampai
saat ini kebodohanku akan dirinya belum juga lenyap. Dia bagaikan narkoba dalam
kehidupanku, berefek negatif, tidak baik, selalu menginginkannya dan tidak bisa
lepas darinya. Dia sebuah narkoba yang kebanyakan orang mengartikannya negatif
tak ada kebaikan, manfaat untuk kedepan yang bisa kuperoleh darinya. Hanya
merugikan. Begitulah adanya, yang kuperoleh hanya ketenangan sesaat saat dia
ada, berat badanku turun dan susah fokus. Ya begitulah, perumpamaan yang konyol
memang.
Sekarang aku
dalam masa rehabilitasi karena kepergiannya, tapi belum kutemukan penyembuh
yang ampuh selain waktu. Ya, aku sudah mencoba berbagai cara tapi rasanya pergi
menjauhpun percuma karena ingatan tentangnya masih ada. Kini aku hanya
bergantung pada kekuatan yang diberikan Tuhan padaku. Hati ini milikNya, semua
akan kembali padaNya suatu saat nanti, kini aku berserah padaNya karena
berkali-kali aku mencoba menyangkal, menahan dengan tetap tertawa, tersenyum
dan melupakan semua seolah tidak terjadi apa-apa, mencoba menghapus semua
ingatan tentangnya. Rasa sesak, perih dan sakit dalam dada tetap terasa bahkan
terkadang semakin menahannya tekanan yang menghimpit semakin kuat dan membuatku
sulit bernafas. Entah sampai kapan air mata ini terus mengalir untuknya? Kadang
aku memperoleh ketenangan itu dan tersenyum lepas tapi kadang sebaliknya hanya
sesak yang kudapat. Sehatkah ini?
Kadang aku
berfikir, apa yang kudapat ketika terus terjebak dalam situasi dan kondisi
seperti ini? Aku ingin segera enyah dan berlari pergi. Toh dia juga sudah
bersama yang lain, aku menyakinkan diri bahwa dia bukan orang yang disiapkan
Tuhan untukku, dia yang ingin pergi, dia tak pernah mencintaiku, aku tak
berarti apa-apa untuknya, dia penghalang, penghambat, dia setan dalam hidupku.
Tapi kenapa itu semua tak cukup membantu sampai My Supermom lelah dan mengabaikanku jika aku terus memikirkannya.
Sekarang yang bisa kulakukan bantuan dariMu Ya Tuhan.. agar aku kembali “waras”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar