Jumat, 30 Januari 2015

HE LIKES A DRUGS

Tuhan itu maha Adil, Tuhan itu tak pernah tidur, Tuhan tau yang terbaik untuk umatnya, Tuhan punya rencana yang luar biasa. Apapun itu aku mencoba menaruh harapan dan mempercayai kekuatan Tuhanku, Allah SWT. Apapun perih dan sakit yang kurasakan saat ini, aku adalah umat Tuhan yang beruntung. Aku harus belajar bersyukur, menerima apapun yang disiapkan Tuhan untukku.

Teringat sepenggal kata yang pernah kubaca “Tidak ada yang sia-sia, apapun yang diberikan Tuhan pada kita.”.. seperti Tuhan yang menghadirkan sosoknya dikehidupanku. Mungkin sekarang aku sedang dalam masa uji coba memerangi kebodohan dan kelemahan yang terlalu melekat dalam diri. Ya, aku selalu merasa bodoh dalam urusan satu ini. Selalu Jatuh Cinta pada orang yang salah dan berakhir menyakitkan. Tapi mungkin ini luka yang paling menyiksa karena sampai saat ini kebodohanku akan dirinya belum juga lenyap. Dia bagaikan narkoba dalam kehidupanku, berefek negatif, tidak baik, selalu menginginkannya dan tidak bisa lepas darinya. Dia sebuah narkoba yang kebanyakan orang mengartikannya negatif tak ada kebaikan, manfaat untuk kedepan yang bisa kuperoleh darinya. Hanya merugikan. Begitulah adanya, yang kuperoleh hanya ketenangan sesaat saat dia ada, berat badanku turun dan susah fokus. Ya begitulah, perumpamaan yang konyol memang.

Sekarang aku dalam masa rehabilitasi karena kepergiannya, tapi belum kutemukan penyembuh yang ampuh selain waktu. Ya, aku sudah mencoba berbagai cara tapi rasanya pergi menjauhpun percuma karena ingatan tentangnya masih ada. Kini aku hanya bergantung pada kekuatan yang diberikan Tuhan padaku. Hati ini milikNya, semua akan kembali padaNya suatu saat nanti, kini aku berserah padaNya karena berkali-kali aku mencoba menyangkal, menahan dengan tetap tertawa, tersenyum dan melupakan semua seolah tidak terjadi apa-apa, mencoba menghapus semua ingatan tentangnya. Rasa sesak, perih dan sakit dalam dada tetap terasa bahkan terkadang semakin menahannya tekanan yang menghimpit semakin kuat dan membuatku sulit bernafas. Entah sampai kapan air mata ini terus mengalir untuknya? Kadang aku memperoleh ketenangan itu dan tersenyum lepas tapi kadang sebaliknya hanya sesak yang kudapat. Sehatkah ini?


Kadang aku berfikir, apa yang kudapat ketika terus terjebak dalam situasi dan kondisi seperti ini? Aku ingin segera enyah dan berlari pergi. Toh dia juga sudah bersama yang lain, aku menyakinkan diri bahwa dia bukan orang yang disiapkan Tuhan untukku, dia yang ingin pergi, dia tak pernah mencintaiku, aku tak berarti apa-apa untuknya, dia penghalang, penghambat, dia setan dalam hidupku. Tapi kenapa itu semua tak cukup membantu sampai My Supermom lelah dan mengabaikanku jika aku terus memikirkannya. Sekarang yang bisa kulakukan bantuan dariMu Ya Tuhan.. agar aku kembali “waras

Tidak ada komentar:

Posting Komentar