Jumat, 30 Januari 2015

THE END

Kini ceritanya sudah berada pada halaman akhir, The end. Over. Selesei semua tentangnya… ya benar dia memang meninggalkan luka yang sangat dalam, tak ada yang perlu disalahkan hanyalah aku mungkin karena mengijinkannya singgah dalam kehidupanku dan menjadikan rasa ini memupuk terlalu dalam hingga menghancurkan tembok yang dulu kubangun kokoh. Bahkan aku kalah olehnya yang membawa cinta dan sayang tak seberapa besarnya.

Kebersamaan itu bahkan mungkin tak berarti dimatanya,

Dia, sudah dua minggu 15 hari tepatnya dia meninggalkanku, meninggalkan ingata yang sedang ku coba kurubah menjadi sebuah kenangan. Atas bantuan Tuhan aku bisa sampai sejauh ini bertahan dan mencoba kembali fokus menata masa depan yang sempat tertunda. “Aku tidak boleh menyia-nyiakan kekuatan yang telah dipinjamkan Tuhan padaku” itu kata-kata yang selalu kutanamkan dalam otakku, satu lagi “Dia tidak sebaik yang kamu pikirkan memeta”. Semua itu mulai kucoba kutanam di otakku. Ya otakku karena hatiku kini sudah mati, hatiku terlalu kejam, terlalu lemah dan bodoh dalam menilai. Saat ini hatiku harus dimatikan, aku tidak boleh bekerja dengan hatisemua harus bekerja, berjalan dengan otak dan fisikku. Jangan dengarkan kata hati meskipun hati menjerit kesakitan, merintih, memohon perhatian untuk dikasihani. Jangan menoleh padanya, karena sekali aku menoleh padanya pertahanan, air mata akan luluh olehnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar