Selasa, 18 November 2014

my little story

Tuhan boleh aku menceritakan sedikit kisahku padaMu.


Aku mulai menyanyanginya. Seseorang yang engkau kirim untuk singgah di kehidupanku, bahkan aku kini mulai takut kehilangannya. Ketika aku tak bias memberi apa yang dia inginkan. Tak bisa memberinya perhatian karena egoku. Bisakah dia bertahan?? Atau dia akan pergi seperti yang mereka katakan. 

Jujur aku memang seperti orang bodoh yang sedang gila karenanya, sesuai dengan apa yang mereka katakan padaku. Tuhan jika langkahku salah maka hentikanlah rasa ini, aku memang merasa mampu menahan gundah dan sesak yang hadir tapi hanya UNTUK SAAT INI. aku tak tau bisa menahannya sampai kapan. sebelum terlalu jauh jika hanya sakit nantinya yang kudapat. Wow, kenapa aku jadi meminta padaMu bukannya aku hanya sekedar ingin bercerita. 

Terima kasih

Senin, 03 November 2014

YOU II


Sepertinya kamu datang hanya membawa luka dan air mata. Dari awal saja pikiran ini sudah menyeruak dalam bentuk prasangka. Keraguan itu ada karena hadirmu yang tiba-tiba dan rasa sakit yang masih membekas dari masa lampau. Aku tak berani menjanjikan kata manis padamu, apalagi seperti yang kulihat kau langsung berkata mundur ketika aku berkata tidak. Tindakan tanpa usahamu semakin menguatkan sisi keraguan. Kepercayaan yang kupupuk kini mulai goyah. Kepercayaan itu jujur tak kudapat sampai sekarang. Apalagi dengan gayamu yang menghindar di setiap tanya tentang rasa yang ada. Entah ini kebodohanku atau ketidakmampuanku menahan rasa penasaran. Aku memutuskan mencoba berjalan beriringan denganmu, walaupun sampai saat ini aku merasa bodoh karena mencoba berusaha untuk beriringan sedang kau yang memulai hanya diam disanamenantiku akan lari padamu. Aku mencoba berhenti dan berbalik arah, tapi entah setan mana yang merasukiku hingga aku tetap berlari padamu. Apa aku terlihat murahan dimatamu? Kita lihat saja peristiwa apa yangakan terjadi. Walaupun terselip dalam jeritan hati akan berkhir tangis aku tetap mencoba. Memahami, mengerti keadaan yang ada. Hanya memohon pada Tuhanku supaya aku bisa menjaga hati ini tetap pada tempatnya dan tidak terlalu jatuh padanya agar ketika rasa sakit itu benar-benar datang aku masih bias terseyum dan tertawa di depannya. Biar kusimpan tangis itu dalam keheningan malamku bersama teman yang mungkin masih mengasihiku

YOU

Aku punya telinga untuk mendengar
Aku punya mata untuk melihat.

Jangan fikir ak tak tahu apa yang sedang terjadi . tapi agar semua tampak baik-baik saja aku bias berpura-pura tidak mendengar dan tidak melihat.

Kau tahu ini kebodohan kedua kalinya yang kulakukan. Mempertahankan orang yang tidak ingin dipertahankan, tapi aku malah tersenyum bahkan menertawakan diriku sendiri. Tertawa berharap kebodohanku selesai disini, tertawa untuk menyemangati diriku sendiri agar tidak takut ketika harus mempertahankan seseorang di lain hari, tertawa agar kebahagiaan itu kembali hadir, tertawa untuk obat hati yang ternyatalubangnya kembali menganga di tempat yang sama dan sakitnya dua kali lebih hebat, tertawa agar kepedihan tidak berani mendekatiku karena ketika kepedihan itu hadir aku akan membuang waktuku sia-sia hanya untuk mengusirnya pergi…

DO ANYTHINK WHAT YOU WANT


Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan, walau aku meminta jangan sakiti aku, kau juga tak pernah mengindahkannya bukan. Aku hanya perempuan kecil yang berusaha berfikir dewasa dalam setiap kesempatan, tak tau dunia luar yang engkau singgahi dan lewati. aku memiliki orang-orang yang menyanyangiku lebih dari kau dan aku memiliki banyak orang yang mau menerima kasih yang kubagikan. tak seperti kau yang selalu menyianyiakan orang yang selalu ingin membagi kasihnya padamu. Aku ingin bicara banyak padamu, tapi itu sama saja dengan aku sudah gila karena aku tau seseorang sepertiku hanya bahan candaan bagimu, aku bukan seorang cenayang yang bisa membuatmu menuruti setiap perkataanku.

Tuhan sudah menunjukkan banyak bukti padaku kini tergantung aku sendiri yang masih terbelenggu oleh kebodohanku tentangnya, saat ini aku dengan sadar mulai memahami kebodohanku. Jika dia benar-benar sayang dia akan mendatangiku, dia akan memberikan kabar untukku, dia akan berusaha membuatku percaya, dia akan berusaha membuatku mengerti. Apakah pemikiran ini salah? Jelaskan padaku Tuhan. Apakah aku salah? Engkau menyanyangiku bukan? Engkau tak kan membiarkan ku menangis seperti perempuan-perempuan yang berhubungan dengan dia sebelumnya bukan? Hamba akan selalu berusaha mempertahankan kesucian dan harga diri hamba sekuat yang hamba bisa.

Aku mulai merasa memang tidak bisa bersanding disampingnya, karena aku tau ini baru awal dan sudah seperti ini sesaknya bagaimana aku bisa menjalani hari kedepannya. Dan aku berbeda sangat amat berbeda dengan “wanita-wanita” mu sebelumnya. Untukmu aku ingin memberikan doa yang indah tapi ternyata sangat sulit, sehingga yang terucap “suatu saat kau akan memikirkan perbuatanmu ini dan kau akan merasakan sesal dua kali lebih hebat atas kebohongan dan rasa sakit yang kau beri padaku.”

Tuhan, apakah aku pernah dengan sengaja menyakiti hati seorang laki-laki sebelumnya sehingga Engkau memberikan kuasaMu agar aku jatuh hati padanya dan harus melewati ini? Jauhkan dariku orang-orang yang bukan terbaik untukku Ya Tuhan. Sudah cukup Engkau memberikan sakit atas kesalahan yang kuperbuat hampir dua tahun lalu, bukankah aku sudah menanggungnya setelah itu? Dua minggu hari seperti neraka yang harus kulewati. Apa itu belum cukup? Kenapa Engkau harus menghadiran sosok yang lebih brengsek dari sebelumnya??