Lakukanlah apa
yang ingin kau lakukan, walau aku meminta jangan sakiti aku, kau juga tak
pernah mengindahkannya bukan. Aku hanya perempuan kecil yang berusaha berfikir
dewasa dalam setiap kesempatan, tak tau dunia luar yang engkau singgahi dan
lewati. aku memiliki orang-orang yang menyanyangiku lebih dari kau dan aku
memiliki banyak orang yang mau menerima kasih yang kubagikan. tak seperti kau
yang selalu menyianyiakan orang yang selalu ingin membagi kasihnya padamu. Aku
ingin bicara banyak padamu, tapi itu sama saja dengan aku sudah gila karena aku
tau seseorang sepertiku hanya bahan candaan bagimu, aku bukan seorang cenayang
yang bisa membuatmu menuruti setiap perkataanku.
Tuhan sudah
menunjukkan banyak bukti padaku kini tergantung aku sendiri yang masih
terbelenggu oleh kebodohanku tentangnya, saat ini aku dengan sadar mulai
memahami kebodohanku. Jika dia benar-benar sayang dia akan mendatangiku, dia
akan memberikan kabar untukku, dia akan berusaha membuatku percaya, dia akan
berusaha membuatku mengerti. Apakah pemikiran ini salah? Jelaskan padaku Tuhan.
Apakah aku salah? Engkau menyanyangiku bukan? Engkau tak kan membiarkan ku
menangis seperti perempuan-perempuan yang berhubungan dengan dia sebelumnya
bukan? Hamba akan selalu berusaha mempertahankan kesucian dan harga diri hamba
sekuat yang hamba bisa.
Aku mulai merasa
memang tidak bisa bersanding disampingnya, karena aku tau ini baru awal dan
sudah seperti ini sesaknya bagaimana aku bisa menjalani hari kedepannya. Dan
aku berbeda sangat amat berbeda dengan “wanita-wanita” mu sebelumnya. Untukmu aku ingin memberikan doa yang
indah tapi ternyata sangat sulit, sehingga yang terucap “suatu saat kau akan
memikirkan perbuatanmu ini dan kau akan merasakan sesal dua kali lebih hebat
atas kebohongan dan rasa sakit yang kau beri padaku.”
Tuhan, apakah aku
pernah dengan sengaja menyakiti hati seorang laki-laki sebelumnya sehingga
Engkau memberikan kuasaMu agar aku jatuh hati padanya dan harus melewati ini?
Jauhkan dariku orang-orang yang bukan terbaik untukku Ya Tuhan. Sudah cukup
Engkau memberikan sakit atas kesalahan yang kuperbuat hampir dua tahun lalu,
bukankah aku sudah menanggungnya setelah itu? Dua minggu hari seperti neraka
yang harus kulewati. Apa itu belum cukup? Kenapa Engkau harus menghadiran sosok
yang lebih brengsek dari sebelumnya??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar