Senin, 03 November 2014

DO ANYTHINK WHAT YOU WANT


Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan, walau aku meminta jangan sakiti aku, kau juga tak pernah mengindahkannya bukan. Aku hanya perempuan kecil yang berusaha berfikir dewasa dalam setiap kesempatan, tak tau dunia luar yang engkau singgahi dan lewati. aku memiliki orang-orang yang menyanyangiku lebih dari kau dan aku memiliki banyak orang yang mau menerima kasih yang kubagikan. tak seperti kau yang selalu menyianyiakan orang yang selalu ingin membagi kasihnya padamu. Aku ingin bicara banyak padamu, tapi itu sama saja dengan aku sudah gila karena aku tau seseorang sepertiku hanya bahan candaan bagimu, aku bukan seorang cenayang yang bisa membuatmu menuruti setiap perkataanku.

Tuhan sudah menunjukkan banyak bukti padaku kini tergantung aku sendiri yang masih terbelenggu oleh kebodohanku tentangnya, saat ini aku dengan sadar mulai memahami kebodohanku. Jika dia benar-benar sayang dia akan mendatangiku, dia akan memberikan kabar untukku, dia akan berusaha membuatku percaya, dia akan berusaha membuatku mengerti. Apakah pemikiran ini salah? Jelaskan padaku Tuhan. Apakah aku salah? Engkau menyanyangiku bukan? Engkau tak kan membiarkan ku menangis seperti perempuan-perempuan yang berhubungan dengan dia sebelumnya bukan? Hamba akan selalu berusaha mempertahankan kesucian dan harga diri hamba sekuat yang hamba bisa.

Aku mulai merasa memang tidak bisa bersanding disampingnya, karena aku tau ini baru awal dan sudah seperti ini sesaknya bagaimana aku bisa menjalani hari kedepannya. Dan aku berbeda sangat amat berbeda dengan “wanita-wanita” mu sebelumnya. Untukmu aku ingin memberikan doa yang indah tapi ternyata sangat sulit, sehingga yang terucap “suatu saat kau akan memikirkan perbuatanmu ini dan kau akan merasakan sesal dua kali lebih hebat atas kebohongan dan rasa sakit yang kau beri padaku.”

Tuhan, apakah aku pernah dengan sengaja menyakiti hati seorang laki-laki sebelumnya sehingga Engkau memberikan kuasaMu agar aku jatuh hati padanya dan harus melewati ini? Jauhkan dariku orang-orang yang bukan terbaik untukku Ya Tuhan. Sudah cukup Engkau memberikan sakit atas kesalahan yang kuperbuat hampir dua tahun lalu, bukankah aku sudah menanggungnya setelah itu? Dua minggu hari seperti neraka yang harus kulewati. Apa itu belum cukup? Kenapa Engkau harus menghadiran sosok yang lebih brengsek dari sebelumnya??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar