Aku punya telinga untuk mendengar
Aku punya mata untuk melihat.
Jangan fikir ak tak tahu apa yang sedang terjadi . tapi agar
semua tampak baik-baik saja aku bias berpura-pura tidak mendengar dan tidak
melihat.
Kau tahu ini kebodohan kedua kalinya yang kulakukan.
Mempertahankan orang yang tidak ingin dipertahankan, tapi aku malah tersenyum
bahkan menertawakan diriku sendiri. Tertawa berharap kebodohanku selesai
disini, tertawa untuk menyemangati diriku sendiri agar tidak takut ketika harus
mempertahankan seseorang di lain hari, tertawa agar kebahagiaan itu kembali
hadir, tertawa untuk obat hati yang ternyatalubangnya kembali menganga di
tempat yang sama dan sakitnya dua kali lebih hebat, tertawa agar kepedihan
tidak berani mendekatiku karena ketika kepedihan itu hadir aku akan membuang
waktuku sia-sia hanya untuk mengusirnya pergi…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar