Senin, 03 November 2014

YOU

Aku punya telinga untuk mendengar
Aku punya mata untuk melihat.

Jangan fikir ak tak tahu apa yang sedang terjadi . tapi agar semua tampak baik-baik saja aku bias berpura-pura tidak mendengar dan tidak melihat.

Kau tahu ini kebodohan kedua kalinya yang kulakukan. Mempertahankan orang yang tidak ingin dipertahankan, tapi aku malah tersenyum bahkan menertawakan diriku sendiri. Tertawa berharap kebodohanku selesai disini, tertawa untuk menyemangati diriku sendiri agar tidak takut ketika harus mempertahankan seseorang di lain hari, tertawa agar kebahagiaan itu kembali hadir, tertawa untuk obat hati yang ternyatalubangnya kembali menganga di tempat yang sama dan sakitnya dua kali lebih hebat, tertawa agar kepedihan tidak berani mendekatiku karena ketika kepedihan itu hadir aku akan membuang waktuku sia-sia hanya untuk mengusirnya pergi…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar