Senin, 03 November 2014

YOU II


Sepertinya kamu datang hanya membawa luka dan air mata. Dari awal saja pikiran ini sudah menyeruak dalam bentuk prasangka. Keraguan itu ada karena hadirmu yang tiba-tiba dan rasa sakit yang masih membekas dari masa lampau. Aku tak berani menjanjikan kata manis padamu, apalagi seperti yang kulihat kau langsung berkata mundur ketika aku berkata tidak. Tindakan tanpa usahamu semakin menguatkan sisi keraguan. Kepercayaan yang kupupuk kini mulai goyah. Kepercayaan itu jujur tak kudapat sampai sekarang. Apalagi dengan gayamu yang menghindar di setiap tanya tentang rasa yang ada. Entah ini kebodohanku atau ketidakmampuanku menahan rasa penasaran. Aku memutuskan mencoba berjalan beriringan denganmu, walaupun sampai saat ini aku merasa bodoh karena mencoba berusaha untuk beriringan sedang kau yang memulai hanya diam disanamenantiku akan lari padamu. Aku mencoba berhenti dan berbalik arah, tapi entah setan mana yang merasukiku hingga aku tetap berlari padamu. Apa aku terlihat murahan dimatamu? Kita lihat saja peristiwa apa yangakan terjadi. Walaupun terselip dalam jeritan hati akan berkhir tangis aku tetap mencoba. Memahami, mengerti keadaan yang ada. Hanya memohon pada Tuhanku supaya aku bisa menjaga hati ini tetap pada tempatnya dan tidak terlalu jatuh padanya agar ketika rasa sakit itu benar-benar datang aku masih bias terseyum dan tertawa di depannya. Biar kusimpan tangis itu dalam keheningan malamku bersama teman yang mungkin masih mengasihiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar