Sabtu, 11 April 2015

Dear my weakness

Dear my weakness

Terlalu menyanyanginya sekarang adalah kelemahan yang menjadi momok dalam hidupku. Aku belum sepenuhnya mengerti maksud Tuhan bagaimana aku bisa jatuh dan masuk dalam kehidupannya, mungkin Tuhan menghukum aku yang dulu menyangkal dan menertawakan kata cinta. Ya, mungkin sekarang aku percaya cinta itu ada dan yang kini kupercayai adalah cinta selalu membawa pesakitan. Salahkah aku menyanyangi bahkan mungkin mencintainya. Aku hanya ingin mengikuti kata hatiku. Apakah itu dosa Tuhan? Jika bukan sebuah dosa, kenapa engkau menghukum aku sampai sejauh ini. Aku pernah mendengar orang berkata "Perlakukanlah orang lain sebagaimana Engkau ingin di perlakukan". Aku menganut prinsip itu. Tapi kini apa yang kudapat Tuhan? Engkau pasti lebih tahu dari aku karena Engkau Sang Maha Mengetahui.

Aku memperlakukannya sebagaimana aku memperlakukan orang yang aku sayangi. Aku menganggap semua baik-baik saja karena dia berkata dia juga menyanyangiku. Jadi apakah salah jika aku memperlakukannya dengan istimewa. Apakah aku terlalu berlebihan?? Aku tidak pernah menyangka jika di belakangku aku dianggap sebagai sampah dan pengganggu. Tuhan kenapa harus aku yang terjebak dalam situasi seperti ini? Apa salahku padanya sampai dia memperlakukanku sekejam ini?

Aku diam ketika semua orang berkata aku yang memintanya kembali padaku, aku diam ketika semua orang berkata aku yang meng-invite BBM nya. Padahal yang sebenarnya terjadi sebaliknya. Aku diam karena mencoba mempercayainya, percaya suatu hari nanti dis akan mengerti bahwa perasaanku benar-benar tulus. Aku diam karena perasaanku padanya masih membumbung tinggi untuk dilenyapkan. Tapi waktu yang berjalan sampai hari ini aku merasa diam semakin berat dan membuat aku sakit. Sore ini pertahanan untuk diam dan wajah penuh senyum itu pecah, hanya karena dia berkata aku seorang "pengganggu". Aku benci kata itu karena kisah di masa lalu. Aku mungkin bodoh dalam hal percintaan tapi aku bukan seorang "pengganggu". Aku bukan Penganggu. Aku diam seketika *speechless* ketika mereka berkata dia selalu marah ketika aku mengirim pesan untuknya, berkata yang tidak-tidak tentang aku. Aku bisa mengerti jika ia pergi bersama "perempuan-perempuan" lain, "minum" dan berbohong padaku. Aku masih bisa tersenyum menanggapinya. Tapi bagaimana aku bisa mengerti jika ternyata selama ini dia menganggap aku "pengganggu" dihidupnya dan di depan teman-temannya selalu marah ketika menerima BBM ku. Sedangkan yang aku tahu dia bercanda, membalas pesanku dengan penuh tawa, dia kadang berkata aku membalas pesannya terlalu lama. Lalu bagaimana bisa dia menganggap aku "penggangu" di depan mereka. Apa salahku padanya sampai dia memperlakukan aku seperti ini. Kini aku bukan hanya terlihat bodoh di depan mereka. Tapi aku bahkan terlihat freak. 

Katakan padaku Tuhan sebenarnya apa yang sedang terjadi?, dimanakah posisiku sebenarnya harus berada? Aku selalu yakin Engkau selalu melindungiku dimanapun aku berada. Engkau akan memberikan titik cerah dikehidupanku dikemudian hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar